Selasa, 29 April 2014

Bentuk dan Jenis sumber sejarah



SUMBER SEJARAH



A.  Pengertian Sumber Sejarah
Untuk merekontruksi kembali peristiwa-peristiwa masa lampau menjadi suatu kisah diperlukan adanya sumber sejarah, bukti, serta fakta-fakta sejarah. Dari sumber sejarah dapat diperoleh informasi yang menjelaskan tentang terjadinya suatu peristiwa tertentu. Penggunaan sumber dalam belajar sejarah menjadi sangat penting karena sejarah merekonstruksi peristiwa yang benar-bear terjadi pada masa lalu. Informasi yang diperoleh dari data atau sumber sejarah adalah keterangan sekitar apa yang terjadi, siapa pelakunya, di mana peristiwa itu terjadi dan kapan peristiwa itu terjadi. Seluruh keterangan inilah yang dijadikan dasar untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu menjadi sebuah karya sejarah. Oleh karena itu karya sejarah merupakan sebuah karya nonfiksi.
Menurut beberapa ahli, pengertian sumber sejarah antara lain sebagai berikut :
a.       R. Moh. Ali
Sumber sejarah adalah segala sesuatu yang berwujud dan tidak berwujud serta berguna bagi penelitian sejarah Indonesia sejak zaman Purba sampai dengan sekarang.
b.      Zidi Gazalba
Sumber sejarah adalah warisan yang berbentuk lisan, tulisan, dan visual.

c. Muh. Yamin
Sumber sejarah adalah kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah.
            Untuk mempermudah dalam memahami sumber sejarah, sumber sejarah dapat digolongkan sebagai berikut :

a.      Berdasarkan Bentuk dan Wujud
Berdasarkan bentuk dan wujudnya ini, sumber sejarah dapat dibedakan atas sumber tertulis, lisan, dan sumber benda.
1.    Sumber Tertulis
Sumber tertulis adalah keterangan tentang peristiwa masa lalu yang disampaikan secara tertulis dengan mengguakan media tulis sepeti batu dan kertas. Sumber terulis dengan menggunakan  batu disebut prasasti. Di Indonesia, sumber tertulis berupa prasasti sangat banyak. Dari keterangan prasasti itulah kita mengetahui adanya Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dan Kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat. Keduanya dipercaya sebagai kerajaan tertua di Indonesia, dan keduanya menganut agama Hindu. Reflika sumber tertulis berupa prasasti tersebut kini tersimpan di dalam Museum Nasional di Jakarta.
Penemuan kertas menggantikan batu sebagai media penulisan. Informasi yang diiberikan media kertas lebih banyak dan lebih lengkap bila dibandingkan media batu. Tulisan pejabat VOC dan pemerintah kolonial Hindia Belanda menjadi sumber tertulis yang dijadikan dasar untuk merekonstruksi masa lalu bangsa Indonesia pada abad ke-16 hingga abad ke-19. Informasi tertulis itu dapat berupa cerita, laporan pertanggungjawaban pada akhir masa jabatan, atau laporan pejabat kepada atasanya tentang suatu peristiwa yang terjadi di wilayahnya. Sebagai contoh misalnya Arsip Belanda yang berupa surat tanah masa Kolonial. Kini data atau sumber tertlulis dengan menggunakan media kertas tersebut disimpan di dalam Arsip Nasional Republik Indonesia.
 

1.    Sumber Lisan
Sumber sejarah tidak semuanya ditulis. Sumber sejarah semacam ini disebut sebagai sumber lisan. Cara memperolehnya yaitu dengan melalui teknik wawancara kepada pelaku
 atau saksi sejarah. Pelaku sejarah adalah orang yang secara langsung terlibat dalam peristiwa  sejarah. Sebagai contoh pelaku sejarah dalam perjuangan kemerdekaan, proklamasi kemerdekaan, peristiwa Gerakan 30 September 1965, dan sebagainya.
Saksi sejarah ialah orang yang mengetahui suatu peristiwa sejarah, tetapi tidak terlibat secara langsung. Misalnya petani yang menyaksikan pertempuran pada masa perang kemerdekaan, atau masyarakat sekitar tempat tinggal Presiden Sekarno di jalan Pegangsaan Timur yang menyaksikan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, atau orang-orang yang menyaksikan sekitar peristiwa Gerakan 30 September 1965 maupun Reformasi tahun 1998. Arsip Nasional Republik Indonesia memiliki banyak rekaman hasil wawancara mereka terhadap pelaku sejarah. Hasil wawancara itu dapat dimanfaatkan untuk pelajaran sumber lisan.
2.    Sumber Benda (Artefak)
 Sumber benda (Artefak) merupakan benda-benda peninggalan sejarah. Benda-benda ini antara lain gedung, benteng pertahanan, candi, perhiasan, peralatan perang, gerabah, manik-manik dan sebagainya. Untuk mengetahui usiabenda-benda sejarah dapat diketahui dengan tiga cara. Pertama secara tipologi, yaitu menentukan usia benda berdasarkan pada bentuk atau tipenya. Kedua secara stratigrafi, yaitu menentukan usia benda berdasarkan usia lapisan tanah tempat benda ditemukan (lapisan tanah pada tingkat paling bawah menunjukkan usia benda semakin tua). Ketiga secara kimiawai, yaitu menentukan usia benda sejarah berdasarkan pada unsur-unsur kimia yang terkandung di dalamnya.
b. Berdasarkan Sifat
Sumber sejarah dilihat dari sifatnya dapat dibedakan menjadi sumber sejarah primer, sekunder, dan tersier.


1.    Sumber Primer
Sumber primer disebut juga sumber utama atau sumber asli. Merupakan informasi yang diperoleh secara langsung dari pelaku atau saksi peristiwa bersejarah. Contoh sumber primer tertulis adalah arsip-arsip. Arsip dianggap sebagai sumber primer karena ditulis pada saat terjadinya peristiwa yang dilaporkan.
 Untuk sumber primer yang berupa keterangan lisan, contohnya antara lain adalah naskah teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sumber primer dapat menjadi sumber utama untuk melihat dan memahami kebenaran terhadap kejadian masa lalu.

2.    Sumber Sekunder
Sumber sekunder berisi informasi atau keterangan yang diperoleh dari perantara, tetapi tidak memiliki hubungan secara langsung terhadap terjadinya peristiwa sejarah. Sumber ini disebut juga dengan sumber kedua. Contoh sumber sekunder tertulis adalah surat kabar sumber yang ditulis oleh sejarawan berdasarkan sumber primer atau sumber yang bukan merupakan kesaksian langsung pada periode sejarah yang diteliti oleh sejarawan.
3.    Sumber Tersier
Sumber tersier merupakan keterangan lisan yang diperoleh atau disampaikan oleh pihak ketiga atau lebih. Pihak ketiga ini misalnya saksi ahli, yaitu seseorang yang memiliki keahlian pada bidang tertentu. Contohnya ahli sejarah, ahli antropologi, dan ahli arkeologi.
Sumber sejarah menjadi sangat penting untuk mengetahui kabar kehidupan masa lampau, hal ini dapat dilakukan melalui penelitian. Untuk merekontruksi kembali peristiwa-peristiwa masa lampau menjadi suatu kisah diperlukan adanya sumber sejarah, bukti, serta fakta-fakta sejarah. Dari sumber sejarah dapat diperoleh informasi yang menjelaskan tentang terjadinya suatu peristiwa tertentu. Dengan demikian sumber sejarah sangat penting dalam penulisan sejarah.


LATIHAN 



Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1.    Mengapa dalam penulisan sejarah sumber sejarah sangat diperlukan?
2.    Jelaskan pengertian sumber sejarah menurut Moh. Ali!
3.    Jelaskan, beserta berikan contohnya minimal 2 sumber sejarah yang berupa tulisan!
4.    Jelaskan bagaimana cara mendapatkan sumber sejarah lisan?
5.    Bagaimana hubungan antara sumber sejarah primer dan sekunder?

TUGAS
 

1.  Buatlah laporan tertulis dalam bentuk tabel tentang sumber sejarah primer dan sekunder serta keterkaitannya satu smaa lain lalu presentasikan di kelas.
(Tugas diketik pada kertas A4, times new roman, font 12, maksimal 3 halaman dan dikumpulkan 1 minggu setelah pemberian tugas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar